welcome
Sabtu, 30 Juli 2011
Gemparkan Dunia Muslim, AS Laran
Jumat, 01 April 2011
April Mop
Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop,
yang hanya berlaku pada tanggal 1 April,
adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman,
orang tua, saudara, atau sejenisnya,
dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar
bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop.
Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop,
maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal,
tentu saja
bukan marah sungguhan.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's
Day,
budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan
kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita.
Bukan mustahil pula, ke depan juga akan
meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini
tanpa mengkritisinya terlebih dahulu,
apakah budaya itu baik atau tidak,
bermanfaat atau sebaliknya.
Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri
dengan
kegembiraan dan kepuasan itu,
sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar
yang sangat menyedihkan dan memilukan???
April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu
episode sejarah
Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H.
Se jak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq
bin Ziyad,
Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang
makmur.
Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus
melakukan
pembebasan
di negeri-negeri sekitar menuju Perancis.
Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan.
Kota Carcassone, Nimes , Bordeaux , Lyon, Poitou, Tours , dan
sebagainya
jatuh.
Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi
kepada
suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa
pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah
hati,
banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus
dan ikhlas memeluk Islam.
Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun
sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami.
Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun
bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an.
Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas,
dan segala hal yang dilarang Islam.
Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa
kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol,
namun selalu gagal.
Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni
dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok
secara gratis ke dalam wilayah Spanyol.
Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya
agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an.
Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan
perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol.
Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib .
Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam
tanpa mengenal peri kemanusiaan.
Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk
sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua.
Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan .
Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa
berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri.
Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang
bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui
bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah.
Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman,
bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman
dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol
dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini.
Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat
sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan.
Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun
segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari
rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan,
beriringan berjalan menuju pelabuhan.
Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan Salib,
memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan,
dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya.
Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah
tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan,
hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang
dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol.
Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam.
Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata.
Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya
yang masih kecil-kecil.
Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara
membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan.
Jerit tangis dan takbir membahana.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam.
Darah menggenang di mana-mana.
Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April.
Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April
sebagai April Mop (The April's Fool Day).
Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain.
Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam
Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan.
Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan
dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan.
Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai
oleh tentara Salib di Granada, Spanyol.
Sebab itu, adalah sangat tidak pantas
juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini.
Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop,
maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun
pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua
merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi
perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu???
Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua
Jumat, 11 Februari 2011
Valentine Day Di Mata Dunia Islam
Hari Kasih Sayang atau yang lebih akrab dikenal dengan Valentine Day awalnya merupakan salah satu festival dari penyembah berhala di Romawi, ketika aliran penyembah berhala merupakan suatu agama yang lazim di Romawi lebih dari 17 abad silam. Dalam konsep ajaran ini, festival tersebut merupakan suatu bentuk ekspresi akan "cinta spiritual".Ada beberapa mitos yang terkait dengan kebudayaan pagan Romawi ini, yang tetap dilangsungkan oleh keturunan umat Kristiani. Diantara mitos yang paling terkenal adalah kepercayaan bangsa Romawi bahwa Romulus, pendiri kota Roma, pernah disusui oleh serigala betina yang memberinya kekuatan dan kearifan.Bangsa Romawi dahulu memperingati peristiwa ini tiap tahun pada pertengahan Februari dengan perayaan besar-besaran.
Salah satu ritual dalam festival ini adalah mengorbankan seekor anjing dan seekor kambing sebagai persembahan. Dua anak muda yang kuat nan kekar akan melumurkan darah anjing dan kambing tersebut ke seluruh tubuh mereka, kemudian mereka membasuh darah tersebut dengan menggunakan air susu. Setelah itu, akan ada pawai besar-besaran di jalan dengan mengangkat kedua anak muda ini. Kedua anak muda tersebut memegang lembaran-lembaran kulit binatang dan melemparkannya kepada siapapun yang menghalangi jalannya. Para wanita Romawi malah menyambut lemparan ini karena mereka percaya bahwa hal ini dapat mencegah atau mengobati kemandulan.Kehadiran Saint ValentineSaint Valentine adalah nama yang diberikan kepada dua syuhada Gereja Kristen. Dikatakan bahwa ada dua orang dengan nama tersebut, atau hanya ada satu, yaitu yang meninggal di Roma karena dihukum oleh pimpinan Gothic, Claudius, pada tahun 296 Masehi. Pada tahun 350 Masehi, sebuah gereja didirikan di Roma tepat di tempat dia meninggal guna mengabadikan dirinya.Ketika Romawi memeluk Kristen, mereka tetap merayakan Valentine Day namun mereka mengubahnya dari konsep pagan dari cinta spiritual menjadi sebuah konsep yang disebut syuhada cinta, dilambangkan dengan Saint Valentine yang telah membela cinta dan perdamaian dan oleh karenanya dia menjadi syuhada. Festival ini juga disebut festival para pecinta dan Saint Valentine dianggap sebagai orang suci pelindung para pecinta.
Salah satu kepercayaan mereka yang tidak benar terkait dengan festival ini adalah bahwa nama dari para gadis yang telah mencapai usia menikah ditulis pada gulungan kertas kecil dan ditempatkan di atas sebuah piring di atas meja. Kemudian, para laki-laki yang ingin menikah dipanggil, dan masing-masing mengambil secarik kertas. Dia kemudian mengabdikan diri pada pada gadis yang namanya tertera pada kertas tersebut selama satu tahun penuh sehingga mereka dapat saling mengenal. Mereka kemudian menikah atau mereka mengulangi proses yang sama di hari festival tersebut pada tahun berikutnya.
Pendeta Kristen bereaksi melawan tradisi yang dianggap dapat memiliki pengaruh buruk terhadap moral kaum muda. Di Italia, tempat di mana festival ini cukup dikenal luas, festival ini dihapuskan kemudian dihidupkan kembali pada abad ke 18 dan ke 19 ketika toko-toko di beberapa Negara Barat menjual buku-buku kecil berjudul "Buku-buku Valentine" yang berisikan puisi-puisi cinta yang biasanya digunakan sebagai ucapan kepada orang terkasih. Buku tersebut juga berisi tips dalam menulis surat cinta.Terkait dengan pandangan Islam terhadap festival ini, Dr. Suad Ibrahim Salih, Professor Fiqih di Universitas Al-Azhar menyatakan:Sesungguhnya Islam adalah agama yang didalamnya terkandung ajaran untuk mementingkan orang lain, cinta kasih, dan bekerjasama dalam hal yang baik dan benar. Kita mohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk mempersatukan kita di bawah payung yang meliputi segala KasihNya dan untuk mempersatukan kita sebagai manusia seutuhnya. Allah berfirman : Sesama Muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, berdamailah diantara kalian dan beribadahlah, niscaya engkau akan mendapatkan rahmatNya. ( Al-Hujurat 49: 10)Dalam hal (festival) ini, dapat dikatakan bahwa ada bentuk-bentuk pengungkapan cinta yang dibenarkan oleh agama dan ada juga yang tidak. Diantara bentuk-bentuk cinta yang diterima oleh agama adalah bentuk cinta terhadap para Nabi dan Rasul. Bentuk cinta atas dasar kecintaan terhadap Allah dan RasulNya Muhammad SAW seharusnya menjadi prioritas utama diantara bentuk-bentuk cinta yang lain.Islam merayakan acara-acara yang menggembirakan dan mendekatkan antara yang satu dengan yang lain seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Namun Islam menentang segala bentuk peniruan terhadap Barat terkait dengan perayaan Valentine Day. Oleh karena itu, merayakan Valentine Day merupakan salah satu bentuk bidah yang ditentang oleh agama. Segala bentuk inovasi dari perayaan tersebut tidak dibenarkan oleh Islam. Islam menginginkan seluruh umat Muslim untuk saling mencintai sepanjang tahun, dan menurunkan kadar dari sepanjang tahun menjadi hanya satu hari benar-benar tidak dapat diterima.
Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, tidak dibenarkan mempercayai takhyul dan menjalankan segala sesuatu yang berkaitan dengan Valentine Day maupun hari lain yang merupakan tradisi Kristen ataupun Yahudi. Tidak diragukan lagi bahwa ada banyak praktek yang tidak berdasarkan agama pada masa itu dan praktek-praktek tersebut dapat mengaburkan arti sebenarnya dari cinta dan mementingkan orang lain serta membawa orang-orang untuk merayakan sesuatu dengan cara yang tidak bermoral. (iol) dikutip oleh http://www.suaramedia.com
Salah satu ritual dalam festival ini adalah mengorbankan seekor anjing dan seekor kambing sebagai persembahan. Dua anak muda yang kuat nan kekar akan melumurkan darah anjing dan kambing tersebut ke seluruh tubuh mereka, kemudian mereka membasuh darah tersebut dengan menggunakan air susu. Setelah itu, akan ada pawai besar-besaran di jalan dengan mengangkat kedua anak muda ini. Kedua anak muda tersebut memegang lembaran-lembaran kulit binatang dan melemparkannya kepada siapapun yang menghalangi jalannya. Para wanita Romawi malah menyambut lemparan ini karena mereka percaya bahwa hal ini dapat mencegah atau mengobati kemandulan.
Salah satu kepercayaan mereka yang tidak benar terkait dengan festival ini adalah bahwa nama dari para gadis yang telah mencapai usia menikah ditulis pada gulungan kertas kecil dan ditempatkan di atas sebuah piring di atas meja. Kemudian, para laki-laki yang ingin menikah dipanggil, dan masing-masing mengambil secarik kertas. Dia kemudian mengabdikan diri pada pada gadis yang namanya tertera pada kertas tersebut selama satu tahun penuh sehingga mereka dapat saling mengenal. Mereka kemudian menikah atau mereka mengulangi proses yang sama di hari festival tersebut pada tahun berikutnya.
Pendeta Kristen bereaksi melawan tradisi yang dianggap dapat memiliki pengaruh buruk terhadap moral kaum muda. Di Italia, tempat di mana festival ini cukup dikenal luas, festival ini dihapuskan kemudian dihidupkan kembali pada abad ke 18 dan ke 19 ketika toko-toko di beberapa Negara Barat menjual buku-buku kecil berjudul "Buku-buku Valentine" yang berisikan puisi-puisi cinta yang biasanya digunakan sebagai ucapan kepada orang terkasih. Buku tersebut juga berisi tips dalam menulis surat cinta.
Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, tidak dibenarkan mempercayai takhyul dan menjalankan segala sesuatu yang berkaitan dengan Valentine Day maupun hari lain yang merupakan tradisi Kristen ataupun Yahudi. Tidak diragukan lagi bahwa ada banyak praktek yang tidak berdasarkan agama pada masa itu dan praktek-praktek tersebut dapat mengaburkan arti sebenarnya dari cinta dan mementingkan orang lain serta membawa orang-orang untuk merayakan sesuatu dengan cara yang tidak bermoral. (iol) dikutip oleh http://www.suaramedia.com
Sabtu, 05 September 2009
Kegiatan TO
Teman Rohis Sepultura,
Sebentar lagi Rohis 110 Khususnya kelas 3 dan Alumni akan mengadakan TO ( Training Organisation), Tanggalnya masih dirahasiakan oleh kelas 3, Untuk Kegiatannya masih durahasiakan dan Pesertanya adalah Anggota Rohis kelas 10 dan 11,
Sekian Berita dari Rohis Sepultura,,
Wassalam